Senin, 20 April 2009

PENGERTIAN TV DIGITAL

Aktivitas menonton Televisi rupanya tidak dapat ditinggalkan dari kehidupan kita sehari-hari. Beragam acara yang ditawarkan oleh hingar binger di televisi membuat kita merasa terhibur dengan sajian yang ada di televisi. Walau kadang televisi memberi pengaruh yang beragam bagi tiap individu, namun televisi tetap menjadi juara dalam mengisi hari-hari kita. Apalagi perkembangan televisi saat ini sangat pesat. Perubahan demi perubahan yang terjadi pada televisi membuat pengoperasian televisi ini semakin sempurna. Televisi digital atau penyiaran digital adalah jenis televisi yang menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyiarkan sinyal video, audio, dan data ke pesawat televisi. Perkembangan televisi digital sendiri dilatarbelakangi oleh perubahan lingkungan eksternal, yaitu pasar TV analog yang sudah jenuh dan adanya kompetisi dengan sistem penyiaran satelit dan kabel. Selain itu juga adanya perkembangan teknologi, yaitu teknologi pemrosesan sinyal digital, teknologi transmisi digital, teknologi semikonduktor serta teknologi peralatan yang beresolusi tingggi.

Untuk penerapan sistem siaran televisi digital di Indonesia, pemerintah telah menerbitkan keputusan yaitu Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 27/P/M.Kominfo/8/2008 tentang Uji Coba Lapangan Penyelenggaraan Siaran Televisi Digital dimana teknologi digital yang akan digunakan adalah sistem siaran Digital Video Broadcasting Terrestrial (DVB-T). Secara teknik pita spektrum frekuensi radio yang digunakan untuk televisi analog dapat digunakan untuk penyiaran televisi digital. Lebar pita frekuensi yang digunakan untuk analog dan digital berbanding 1 : 6 artinya bila pada teknologi analog memerlukan pita selebar 8 MHz untuk satu kanal transmisi, maka pada teknologi digital dengan lebar pita frekuensi yang sama dengan teknik multiplek dapat digunakan untuk memancarkan sebanyak 6 hingga 8 kanal transmisi. TV Digital dalam perkembangannya memiliki karakteristik yang berbeda di tiap wilayah(area) penyiaran. Sistem penyiaran TV Digital adalah penggunaan apliksi teknologi digital pada sistem penyiaran TV yang dikembangkan di pertengahan tahun 90 an dan diujicobakan pada tahun 2000.

Kelebihan lainnya adalah efisiensi di banyak hal, antara lain pada spektrum (efisiensi bandwidth), efisiensi dalam network transmission, transmission power dan power konsumsi. Dengan keunggulan-keunggulan tersebut, sistem siaran DVB-T sangat tepat untuk diimplementasikan di Indonesia yang jumlah penduduknya sangat besar dan beraneka ragam budayanya. Pelaksanaan migrasi dari siaran analog ke sistem digital pada umumnya dilakukan dalam 2 tahap yaitu tahap transisi dan tahap cut-off. Tahap transisi yaitu menggunakan siaran analog dan digital secara bersamaan sebelum mengganti seluruh perangkat ke sistem digital. Pada tahap ini agar TV analog dapat menerima sinyal digital dengan kualitas yang baik maka diperlukan suatu perangkat tambahan yaitu Set Top B. sedangkan Set Top B adalah sebuah perangkat tambahan untuk menerima sinyal digital yang dipancarkan oleh system DVB-T yang kemudian diubah ke dalam sinyal analog agar dapat ditampilkan pada monitor TV analog. Televisi digital Polytron merupakan sebuah televisi yang telah menyisipkan teknologi digital ke dalamnya untuk menerima siaran televisi DVB-T tanpa perlu menggunakan perangkat tambahan lagi.


MANFAAT PENYIARAN TV DIGITAL :

TV Digital digunakan untuk melihat simpanan program, (siaran interaktif).
• Aplikasi teknologi siaran digital menawarkan integrasi dengan layanan interaktif seperti layanan komunikasi dua arah. Televisi digital dapat digunakan seperti internet
• Penyiaran TV Digital Terrestrial bisa diterima oleh sistem penerimaan TV tidak bergerak dan penerimaan TV Bergerak. Kebutuhan daya pancar TV digital juga lebih kecil dan kondisi lintasan radio yang berubah-ubah terhadap waktu (seperti yang terjadi jika penerima TV berada di atas mobil yang berjalan cepat).
Namun, keberadaan TV digital inipun akan menimbulkan dampak yang besar mengingat hampir seluruh komponen pertelevisian di
Indonesia masih menggunakan komponen analog. Perubahan dari analog ke digital perlu kerja sama komprehensif antara akademisi, bisnis (kalangan industri), dan government (pemerintah). Sehingga, masih banyak yang perlu dibenahi untuk mengubah TV analog menjadi TV digital. Di sini, perlu ada keterlibatan kerjasama dari berbagai pihak. Karena dalam TV digital nantinya yang berfungsi bukan hanya pihak pertelevisian. TV digital juga akan melibatkan kalangan pebisnis, misalnya perusahaan seluler. Selain itu, dengan adanya sistem ini, juga akan memperluas lapangan kerja. Sedangkan pemerintah di sini berfungsi untuk melindungi produk TV digital dan sebagai regulator. Misalnya saja perlindungan hak cipta. Perlindungan itu diperlukan untuk melindungi dari pembajakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar