Jumat, 29 Mei 2009

Dampak dan Konsekuensi Penggunaan Teknolgi Informasi dan Komunikasi

Dampak dan Konsekuensi Penggunaan Teknolgi Informasi dan Komunikasi
Pengertian Teknologi Informasi
Teknologi Informasi dilihat dari kata penyusunnya adalah Teknologi dan Informasi. Secara mudahnya teknologi informasi adalah hasil rekayasa manusia terhadap proses penyampaian informasi dari pengirim ke penerima sehingga:
• Lebih Cepat
• Lebih Luas Sebarannya
• Lebih Lama Penyimpanannya

Agar lebih mudah memahaminya kita lihat perkembangan teknologi informasi. Pada awal sejarah, manusia bertukar informasi melalui bahasa. Maka bahasa adalah teknologi. Bahasa memungkinkan seseorang memahami informasi yang disampaikan oleh orang lain. Tetapi bahasa yang disampaikan dari mulut ke mulut hanya bertahan sebentar saja, yaitu saat si pengirim menyampaikan informasi melalui ucapannya. Setelah ucapan itu selesai maka informasi berada ditangan si penerima. Selain itu jangkauan suara juga terbatas. Sampai jarak tertentu meskipun masih terdengar informasi yang disampaikan lewat bahasa suara akan terdegradasi bahkan hilang sama sekali.
Setelah itu teknologi penyampaian informasi berkembang melalui gambar. Dengan gambar jangkauan informasi bisa lebih jauh. Gambar ini bisa dibawa-bawa dan disampaikan kepada orang lain. Selain itu informasi yang ada bertahan lebih lama. Beberapa gambar peninggalan jaman purba masih ada sampai sekarang sehingga manusia sekarang dapat (mencoba) memahami informasi yang ingin disampaikan pembuatnya.
Adanya alfabet dan angka arabik memudahkan penyampaian informasi dari yang sebelumnya satu gambar mewakili suatu peristiwa dibuat dengan kombinasi alfabet, atau penulisan angka yang tadinya MCMXLIII diganti dengan 1943. Teknologi ini memudahkan penulisan informasi.

Alternatif Perlindungan :
UU No. 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri jika dikaitkan dengan perlindungan desain industri terhadap homepage atau website internet ternyata memiliki kelemahan cukup prinsipil. UU No. 31 Tahun 2000 hanya akan melindungi suatu karya desain setelah melalui prosedur pendaftaran (prinsip konstitutif). Di samping itu, pasal 2 UU No. 31 Tahun 2000 tersebut mempersyaratkan bahwa suatu desain hanya dapat dilindungi jika memenuhi unsur sebagai desain industri yang baru yang belum pernah diungkapkan sebelumnya. Meskipun dalam Pasal 3 UU No. 31 Tahun 2000 tersebut dimungkinkan adanya kekecualian yaitu jika diungkapkan dalam jangka waktu 6 bulan dalam pameran resmi nasional atau internasional atau telah digunakan di Indonesia oleh pendesain dalam rangka percobaan dengan tujuan pendidikan, penelitian atau pengembangan, tetapi hal ini tidak mengakomodasi kepentingan terhadap perlindungan homepage yang biasanya memerlukan publikasi yang cepat.
Perkembangan Teknologi Informasi Menjadi Surplus
Begitu eratnya keterjalinan antara manusia dan teknologi sebagai perpanjangan kemampuannya, sehingga yang asalnya merupakan minus dari kemampuannya (ability), bisa dikembangkan menjadi surplus bagi kesanggupannya (capability). Menurut fitrahnya manusia tidak mampu terbang, namun dengan teknologi dia mampu terbang, bahkan tinggal beberapa lama di angkasa luar; pertemuan tatap-muka (face-to-face) secara berhadapan juga dapat dilaksanakan dalam jarak amat jauh melalui tatap-citra (image-to-image)

Banyak lagi yang bisa dicontohkan sebagai ilustrasi untuk menunjukkan betapa teknologi telah memungkinkan terjadinya transformasi mendasar dan berskala luas --bahkan nyaris sulit dibatasi-- dalam peri kehidupan manusia dan kemanusiaan. Transformasi tersebut juga telah menimbulkan perubahan dalam berbagai pola hubungan antar-manusia (patterns of human relations), yang pada hakikatnya adalah interaksi antar-pribadi) dan bersifat hubungan intersubjektif.
Dari berbagai kenyataan yang menggejala dewasa ini makin nyatalah keberhasilan teknologi memberi struktur pada dunia manusia sebagai gelanggang akbar, yang diringkas sebagai suatu matriks interaksi. Sebagai konsekuensinya, tampaknya mustahil untuk mencegah kecenderungan akan menggejalanya berbagai pola baru dalam perilaku manusia, khususnya dalam interaksi antarpribadi yang mestinya intersubjektif.

Perikehidupan manusia yang ditandai tempo-hidup (life-space) yang kian meninggi, berjalan seiring dengan dihayatinya ruang-hidup (life-space) yang kian menyempit karena meningkatnya keterjalinan manusia ke dalam berbagai jaringan interaksi. Anehnya, makin derasnya banjir informasi yang menerpa manusia pada analisis akhirnya berakibat terjadinya pemiskinan kemampuannya untuk menyimpan (retention) bahan informasi yang diterimanya dan juga kemampuannya untuk menampilkan kembali (retrieval) kesan-kesan yang tersimpan padanya. Namun, kedua kemampuan tersebut pun dapat digantikan oleh teknologi yang sepadan.
Maka dapat dimengerti kiranya, kalau dewasa ini makin kuat pula kecenderungan untuk memperbandingkan -- bahkan menyamakan -- fungsi otak manusia dengan komputer. Michael W. Eysenck dalam hubungan ini menyatakan: "Information processing in people resembles that in computers". Kalau demikian halnya, maka tidak tertutup kemungkinan, bahwa dalam jangka panjangnya proses tersebut sebagian besar (atau sepenuhnya?) bisa diambil alih oleh kemampuan komputer yang makin dipercanggih.

Sebagai kelanjutan dari penerapan teknologi modern timbul pula keharusan untuk memperbarui berbagai tatanan yang ditujukan pada adanya keteraturan dalam kinerja manusia, secara individual maupun kolektif. Dalam kaitan ini makin menonjollah arti penyusunan organisasi dan perancangan sistem. Maka tidaklah mengherankan kalau serempak dengan penerapan teknologi modern, keterlibatan manusia dalam organisasi dan keterikatannya pada sesuatu sistem menjadi imperatif yang sulit disanggah. Bahkan boleh jadi manusia modern tidak punya pilihan lain bagi aktualisasi dirinya, kecuali melalui keterkaitannya ke dalam organisasi dan sistem tertentu yang secara apriori meletakkan berbagai rambu-rambu bagi perilakunya.


Kesimpulan
Perkembangan Teknologi Informasi di lingkungan Kampus saat ini dapat dilihat dari banyaknya Mahasiswa yang membawa laptop ke Kampus dan telah tersedianya akses internet yang memiliki kecepatan tinggi dengan harga ala Mahasiswa di setiap titik kampus.
Masyarakat yang peduli akan pentingnya Pengaruh Teknologi Informasi dalam kehidupan sehari-hari serta dapat memahami seluk beluk Teknologi Informasi sehingga Manusia dapat menjadi pusat Pengendali teknologi informasi itu sendiri bukan kebalikannya.
Uraian di atas ini mengesankan sikap negatif terhadap teknologi dan teknokrasi dalam perikehidupan manusia dan masyarakat. Kesan itu perlu segera dibenahi. Tujuan penyajian berbagai konsekuensi dari dominasi teknologi dan menguatnya gejala teknokrasi ialah agar kita tidak gampang terseret oleh sikap glorifikasi terhadap teknologi dan hasrat untuk serta-merta menerapkannya.
Maka menyambut kenyataan tersebut kita perlu senantiasa menyadari bahwa betapa pun majunya teknologi, sebagai hasil karya manusia adalah perpanjangan bagi kemampuannya, dan bukan sebaliknya menjadikan manusia sebagai perpanjangannya. Betapa pun lompatan dan terobosan menandai kemajuan teknologi, manfaatnya harus diukur dari sejauh mana martabat dan kesejahteraan manusia terangkat olehnya, dan bukan sebaliknya berakibat pudarnya nilai-nilai manusiawi.
Itu sebabnya sejumlah filsuf menjelang peralihan abad ini memperingatkan, agar kemajuan teknologi tidak berakibat dehumanisasi dan despiritualisasi dalam perikehidupan manusia. Sebab betapa pun, manusia adalah pusat orientasi bagi dirinya; maka nilai kemanusiaan harus senantiasa diunggulkan di atas teknologi yang notabene merupakan hasil ciptaannya sendiri.

Dalam kegandrungan untuk menguasai dan menerapkan teknologi modern, sebaiknya kita juga menyisihkan waktu untuk mengamati munculnya berbagai gejala budaya baru dalam masyarakat yang telah menerapkan teknologi mutakhir dalam perikehidupannya. Dalam hubungan ini mestinya kita lebih dari sekadar melakukan studi dampak belaka; kita pun perlu mencurahkan perhatian pada studi perbandingan yang hasilnya bisa menjadi pedoman untuk kepentingan antisipasi terhadap berbagai risiko dan kontroversi yang boleh jadi akan menyertai penerapan sesuatu teknologi,

Dari pengamatan yang mendalam ini, bisa diketahui bahwa semakin lama penggunaan internet semakin penting sebagai sarana komunikasi mahasiswa TSM. Fasilitas internet seperti email, www dan YM/IRC sudah sangat popular di antara para mahasiswa TSM, baik sebagai sarana komunikasi maupun alat untuk mencari data untuk penelitian lain juga sebagai alat untuk memperluas pergaulan dan perkenalan antar pengguna internet. Selain itu, penggunaan internet telah menimbulkan adanya bahasa baru yang dikenal sebagai ‘bahasa internet’. Memang, bahasa yang dipakai dengan menggunakan internet tergantung pada siapa dan dengan siapa pengguna internet berkomunikasi.

Dampak Negatif dan Positif penggunaan Internet

Internet adalah jaringan komputer yang terhubung secara internasional dan tersebar di seluruh dunia. Jaringan ini meliputi jutaan pesawat komputer yang terhubung satu dengan yang lainnya dengan memanfaatkan jaringan telepon ( baik kabel maupun gelombang elektromagnetik). Jaringan jutaan komputer ini memungkinkan berbagai aplikasi dilaksanakan antar komputer dalam jaringan internet dengan dukungan software dan hardware yang dibutuhkan. Untuk bergabung dalam jaringan ini, satu pihak ( dalam hal ini provider ) harus memiliki program aplikasi serta bank data yang menyediakan informasi dan data yang dapat di akses oleh pihak lain yang tergabung dalam internet. Pihak yang telah tergabung dalam jaringan ini akan memiliki alamat tersendiri ( bagaikan nomor telepon ) yang dapat dihubungi melalui jaringan internet. Provider inilah yang menjadi server bagi pihak-pihak yang memiliki personal komputer ( PC ) untuk menjadi pelanggan ataupun untuk mengakses internet.

Sejalan dengan perkembangan zaman, kemajuan teknologi internet juga semakin maju. ‘Internet’ adalah jaringan komputer yang dapat menghubungkan suatu komputer atau jaringan komputer dengan jaringan komputer lain, sehingga dapat berkomunikasi atau berbagi data tanpa melihat jenis komputer itu sendiri. Pada tahun 1999, jumlah komputer yang telah dihubungkan dengan internet di seluruh dunia mencapai lebih dari 40 juta dan jumlah ini terus bertambah setiap hari.

Dampak Positif:
1. Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia.. Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web – jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.
2. Media untuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat.
3. Bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain.
4. Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak perlu pergi menuju ke tempat penawaran/penjualan.

Dampak Negatif

1. Pornografi
Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela.Untuk mengantisipasi hal ini, para produsen ‘browser’ melengkapi program mereka dengan kemampuan untuk memilih jenis home-page yang dapat di-akses.Di internet terdapat gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal.

2. Violence and Gore
Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan. Karena segi bisnis dan isi pada dunia internet tidak terbatas, maka para pemilik situs menggunakan segala macam cara agar dapat ‘menjual’ situs mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang bersifat tabu.
3. Penipuan
Hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu. Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang Anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut.
4. Carding
Karena sifatnya yang ‘real time’ (langsung), cara belanja dengan menggunakan Kartu kredit adalah carayang paling banyak digunakan dalam dunia internet. Para penjahat internet pun paling banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini. Dengan sifat yang terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi (yang menggunakan Kartu Kredit) on-line dan mencatat kode Kartu yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang mereka dapatkan untuk kepentingan kejahatan mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar