Istilah virtual bisa kita artikan sebagai “sesuatu yang bersifat maya”, tetapi memungkinkan untuk menampilkan kualitas seperti nyata. Virtual disini dapat berupa berbagai macam teknologi, seperti yang sangat banyak diminati adalah internet (interconnected network), yaitu suatu jaringan yang terdiri dari ribuan jaringan independent yang dihubungkan satu dengan lainnya. Melalui internet semua orang dari negara manapun akan saling terhubung. Disinilah komunitas virtual bisa terbentuk.
Jika Anda mempunyai dan menggunakan e-mail, website, chatting dengan segala fasilitasnya maka Anda dapat dikatakan termasuk dalam komunitas virtual. Karena pada dasarnya komunitas virtual adalah sekelompok manusia dalam dunia maya (cyberspace) yang mempunyai minat yang sama. Dalam komunitas virtual kita bisa berkomunikasi baik secara tatap muka atau tidak dengan orang baik yang sudah kita kenal atau tidak dalam tempat yang berbeda. Anggota komunitas ini dapat dengan bebas saling bertukar pikiran, pendapat, pandangan, dan informasi melalui berbgai media maya. Biasanya yang terjadi dalam komunitas virtual adalah anggotanya akan lebih tertarik melakukan hubungan atau komunikasi pada konteks atau minat atau hal-hal tertentu yang mempunyai kesamaan tujuan. Misalnya para kaum muda biasanya termasuk dalan komunitas virtual dengan para nggota yang seumuran dnegan tujuan menambah teman atau untuk bersenang-senang, atau para ahli hokum bergabung dalam komunitas ini akan saling membicarakan tentang masalah hokum, begitu juga dengan para penulis yang saling membicarakan karya-karya tulisnya, dan sebagainya.
Dengan memperhatikan keadaan sekitar sekarang ini tentunya kita dapat dengan mudah menyadari bahwa banyak sekali orang-orang yang mesuk dalam anggota komunitas virtual. Lihat saja daerah sekitar Anda, berapa banyak warnet bermunculan? Berapa banyak area-area yang menyediakan fasilitas wi-fi baik dengan membayar atau secraa gratisan? Berapa banyak teman di facebook Anda? Berapa banyak pengikut di blog Anda? Berapa banyak orang yang melakukan chatting dengan Anda? Jawabannya pastinya adalah banyak, atau banyak sekali. Ini membuktikan banka pula masyarakat yang telah menjadi bagian dari komunitas virtual. Entah mengapa manusia sekarang lebih menyukai menjadi bagian dari komunitas ini daripada berinteraksi secra langsung. Apa tudak adanya waktu untuk bersosialisasi secra langsung, atau hanya untuk menciptakan kenyamanan diri sebagai manusia individual. Yang trejadi adalah masyarakat banyak menyibukkan diri di depan computer, note book, handphone mereka. Dilihat begitu saja tampaknya mereka kehilangan sosialisasi pada masayarakat sekelilingnya. Benarkah begitu?
Pada hakikatnya orang melakukan komunikasi karena tidak lepas dari sifat manusia sebagai makhluk sosial. Ya memang manusia tidak bisa dipisahkan dari manusia lain, manusia saling membutuhkan. Hanya saja cara berkomunikasi orang berbeda-beda. Seperti kita ketahui komunikasi bisa dilakukan secara verbal atau lisan, atau secara non verbal yaitu dengan kode atau symbol baik tulisan, gerak tubuh, mimic muka, dan sebagainya. Semua komunikasi itu dapat secara langsung yaitu secara tatap muka atau secara tidak langsung, yang pada dasarnya menggunakan media. Yang dilakukan komunitas virtual adalah berkomunikasi secara tidak langsung namun dengan perantara media.
Perkembangan jaman dan kemajuan teknologi ini manusia dituntut untuk melakukan segala sesuatunya dengan cepat. Tidak banyak lagi waktu yang dipunya manusia untuk bersosialisasi secara langsung. Menjadi bagian dari komunitas virtual inilah salah satu cara bagaimana kita bisa tetap menjadi manusia sosial yang tidak lepas kebutuhannya untuk bersosialisasi dengan orang lain. Dalam komunitas ini kita bisa menemukan orang yang sudah kita kenal atau orang yang tadinya belum pernah kita kenal dari berbagai negara. Hal ini tentunya akan menciptakan rasa sosial manusia yang sesungguhnya. Karena pada dasarnya dalam komunitas ini komunikasi, saling tukar pikiran dan pendapat, dan berbagai macam hobby dapat kita lakukan disini. Lebih mudah memang dalam melakukan komunikasi dengan orang lain serta mebangun jiwa sosial manusia lewat komunitas ini. Karena tentunya kita tidak lagi terhalang waktu dimana dalam berkomunikasi secara langsung kita harus membuat janji terlebih dahulu. Dalam komunitas ini setiap orang dapat melakukan komunikasinya di mana saja, denggan siapapun dan dalam waktu kapanpun. Sebgai contoh jika kita ingin menyampaikan pesan dalam waktu tertentu, kita tidak lagi harus membuat janji kepada orang yang ingin kita beri informasi untuk bertemu, namun kita bisa mnikmati kemudahan dengan melakukan email, atau chatting atau fasilitas lain.
Pada dasarnya dalam komunitas virtual para anggotanya dapat melakukan komunikasi secara : Asynchronous communication (penyampaian pesan dalam tempat dan waktu yang tudak bersamaan, namun pesan tetap sampai ke tujuan. Missal melalui email); Synchronous communication (komunikais dalam waktu yang bersamaan. Missal melalui chatting); dan On line broadcast communication (komunikasi dilakukan melalui fasilitas web. Missal lewat facebook). Tidak perlu ada kehadiran fisik kan.
Dalam komunitas virtual juga menyediakan aktivitas dimana setiap anggotanya bisa tergabung dalam forum atau komunitas yang mempunyai kesamaan hobby. Misalnya orang yang suka otomotif tentunya bisa menambah teman, atau relasi mereka dengan bergabung dalam suatu komunitas virtual yang menyukai otomotif pula. Atau pada kesenangan lain.
Dalam hubungannya dengan sosialisasi pula, komunitas virtual ini tentunya akan menjadi media komunikasi yang interaktif. Karena setiap orang dapat terlibat scera leluasa, walaupun bukan komunikasi secra langsung namun feedback yang dihasilkan pun bisa diketahui secara cepat, penyampaian pesan yang dilakukan pun beragam dapat secra verbal, tulisan, gambar, suara atau gabungan dari semua itu, selain itu media yang digunakan pun adalah media yang interaktif.
Selain itu komunitas ini juga akan membentuk kode komunikasi baru. Banyak orang beranggapan komunikasi di dunia maya tidak bisa melihat mimic muka seseorang. Ada fasilitas webcam disini, atau melalui symbol-simbol emoticons atau lebih dikenal dnegan smiley yang bisa menggantikan kode non verbal yang sekiranya tidak bisa dilihat secra langsung. Kode ini berfungsi utnuk menghindarai kesalahpahaman arti pada komunikasi yang berlangsung.
Selain hal di atas, manfaat komunitas virtual lainnya adalah dapat menjadi perspektif lintas budaya. Saling tukar informasi tentang kebudayaan di dalam komunitas virtual tidaklah menjadi hal yang sulit lagi. Ya seperti sering disebit di atas kita bisa melakukan komunikais dengan siapa saja, di manapun dan kapan saja.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar